Sabtu, 02 Januari 2021

Sejarah dan Ciri-Ciri Ayam Shamo

Sejarah Ayam Shamo

Ayam shamo adalah salah satu jenis ayam aduan yang populer di kalangan penggemar sabung ayam. Namun, tak banyak orang yang mengetahui bahwa ayam shamo merupakan tipe ayam petarung yang sangat bagus. Ayam shamo juga berasal dari negara Gajah putih (Thailand ) hanya saja pamor  ayam shamo masih kalah dengan popularitas ayam bangkok.Ayam shamo menjadi terkenal karena masyarakat di  jepang melakukan percobaan yaitu dengan menyilangkan  trah shamo dengan ayam lain dan menghasilkan ayam aduan yang mengesankan. Di abad ke-16 negara Jepang menemukan ayam shamo atau biasa yang disebut dengan ayam O-Shamo.Ayam O-shamo memiliki ciri ciri tubuh sangat besar dan berbeda dengan ayam lain dan berat badan antara 6–8 kilogram. Para peternak mulai melakukan persilangan dengan ayam lokal dan ayam luar.Tak sampai disitu proses persilangan antara ayam shamo dengan ayam lain masih terus dilakukan dengan harapan dapat menemukan bibit petarung unggul dari ayam ini. Ayam shamo terbagi menjadi tiga jenis yaitu:

lO-Shamo. 

lChu Shamo.

lKO Shamo.

lShamokoy.

Ciri-Ciri Ayam Shamo

Untuk mengetahui karakteristik pada ayam shamo tentunya akan berbeda dengan trah  bangkok klasik, saigon, birma, pama dan mangon juga. Karena dari asalnya sudah termasuk ukuran raksasa untuk strandar di Indonesia. Berikut beberapa contoh ciri ayam Shamo :

lPostur tegak, berotot, dan tinggi.

lMata berwarna cerah dan tajam.

lBadan lebih membidang dari jenis bangkok, ganoi, birma dan mangon.

lJengger berbentuk telon atau belimbing.

lParuh tebal dan kuat.

lStruktur tulang besar dan padat.

lBadan simetris dari kepala ke ekor.

lKaki panjang dan kuat.




 






Kelebihan Ayam Shamo

lPukulan ayam ini bisa dibilang cukup kuat.

lAyam shamo mempunyai struktur otot yang tebal.

lTermasuk tipe ayam pukul.

lAyam ini tahan terhadap pukulan lawan atau juga bisa disebut memiliki tadah yang istimewa.

lMemiliki mental yang bagus saat diadu di arena atau tidak mudah lari/keok.

Kekurangan Ayam Shamo

Kekurangan yang menyebabkan para pecinta ayam aduan kurang tertarik dengan ayam ini yaitu:

lKepopulerannya di Indonesia  masih jauh di bawah ayam bangkok asli, birma dan pakhoy.

lSangat sulit menemukan lawan dikarenakan memiliki tubuh yang besar.

lKemudian gaya bertarung ayam shamo sedikit monoton jika dibandingkan dengan ayam aduan lainnya yang lebih bervariasi tetapi apabila di ayam shamo  cross/disilangkan dengan trah lainnya misalnya birma dan pakhoy mungkin gaya bertarungnya akan lebih bervariasi .

lDi Indonesia ayam ini masih jarang di gunakan oleh para pecinta ayam aduan.

Demikianlah rangkaian informasi yang dapat kami sampaikan seputar “ayam shamo” semoga dengan adanya pengetahuan ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Sekian dari kami dan terimakasih.

 

 

 

 

 

 

 

0 komentar: